Proses Laundry Kiloan

14.00
Banyak para pemilik usaha laundry pemula yang bingung dengan proses pada laundry kiloan. Berikut ini tips dari Tim Resik Wangi Laundry agar para pebisnis laundry bisa terbantu tentang proses dan Standar Prosedur pada usaha/bisnis laundry kiloan  

1. Penerimaan Cucian Kotor  
  • Timbang pakaian pada mesin timbangan
  • Penghitungan jumlah helai cucian, baik kemeja, baju, celana,dll untuk menghindari perselisihan(dispute) jumlah pakaian dengan konsumen laundry kiloan. 
  • Tagging/Penandaan cucian 
  • Pisahkan cucian konsumen laundry kiloan satu dengan lainnya, bisa menggunakan tag pin (tagging) atau laundry bag tersendiri jika proses pencuciannya satu mesin satu konsumen 
2. Pemilahan Jenis Pakaian
  • Kenali tanda/label pada pakaian, biasanya ada instruksi pencucian dan jenis kainnya. 
  • Pisahkan pakaian luntur atau tidak luntur. 
  • Pisahkan pakaian putih dan bukan.
  • Pisahkan pakaian bernoda berat yang memerlukan proses penghilangan noda khusus(spotting) 
3. Proses Spotting / Proses pembersihan noda 
  • Pada bagian kerah kemeja, atau lengan bawah(ketiak) biasanya memerlukan treatment khusus pembersihan noda atau pada noda-noda khusus: seperti noda oli, noda sambal, noda kecap, noda tinta, noda darah,dll 
4. Proses sebelum pencucian  
  • Proses Pemutihan Pakaian menggunakan pemutih laundry (Bleaching).
  • Proses Emulsifikasi atau pengekstrakan noda lemak, seperti pakaian-pakaian bengkel yang penuh noda oli 
  • Proses mematikan bakteri atau kuman ( Disinfektasi ) pada pakaian, dengan menggunakan disinfectant - dll 
5. Proses Pencucian utama 
  • Proses pencucian menggunakan deterjen dapat ditambahkan additive chemicals lain seperti alkali, emulsi, atau oxybooster tergantung tingkat kekotoran cucian dan jenis bahan kain pakaian. Juga tergantung mesin yang digunakan mesin cuci otomatis atau bukan. 
 6. Proses Pembilasan
  • Proses pembilasan tergantung jenis mesin yang dipakai jika mesin cuci otomatis (front loading) biasanya jadi satu pada menu Quick Wash (Cuci Cepat), tergantung deterjen dan kimia yang dipakainya, apakah memungkinkan melakukan proses Quick Wash (Cuci Cepat), semakin deterjen anda mengandung busa banyak, semakin anda perlu melakukan perulangan proses pembilasan, disarankan tidak menggunakan Quick Wash untuk pencucian heavy duty (noda berat) dikarenakan kandungan alkali dan surfaktan yang belum netral, untuk itu gunakan bahan kimia sour/neutralizer untuk membantu proses pembilasan. Dan juga menurunkan Ph Cucian kembali ke pH netral 
7. Proses Pelembutan
  • Agar pakaian nyaman dipakai proses pelembutan serat kain sangat diperlukan, selain melembutkan softener bersifat asam dengan ph rendah seperti sour sehingga membantu menetralkan ph pada serat kain, Ph cucian tidak netral dapat menyebabkan iritasi kulit. 
8. Proses Pengeringan
  • Pada proses pengeringan disarankan secara manual, dengan tenaga matahari dan angin. Namun jika kondisi tidak mendukung seperti musim hujan disarankan menggunakan mesin pengering tabung / ruangan
9. Proses Penyetrikaan
  • Proses setrika bisa menggunakan setrika manual merk tertentu, dan pada proses ini disarankan untuk menambahkan pelicin agar mudah disetrika dan lembut serta harum
10. Proses Finishing 
  • Pada laundry kiloan, tahapan finishing ini sangatlah penting dimana karakter konsumen Indonesia yang menyukai wewangian, untuk itu tahapan inilah yang menjadi kunci dari memberikan sentuhan wangi pada pakaian, dengan menggunakan parfum khusus laundry, siarankan solvent base prefume filler,bukan waterbase perfume filler yang disemprotkan sebelum di packing.

Semoga tips prosedur dan proses laundry di atas dapat berguna untuk para pemilih usaha Laundry Kiloan

Share this :

Previous
Next Post »